suatu sunnatulloh ketika ada awal pasti ada akhir, ada siang pasti ada malam, semua serba berpasang-pasangan.
kita di pertemukan oleh Allah maka perpisahan inipun karena Allah. tidak ada yang sia-sia, tidak ada yang hilang, tidak ada yang kecewa karena semua milik Allah, Sang Maha Pemilik. mungkin ini menjadi salah satu cara Allah mengajarkanku untuk lebih dewasa dalam makna yang sebenarnya. tunaikan tugas dan amanah masing-masing dan bergantunglah pada yang berhak. kita harus tetap berjuang, titipkanlah semua ini pada Sang Maha Penjaga. Mari jadikan diri kita sukses dunia hattal akhirat!
Selasa, 24 Agustus 2010
Selasa, 03 Agustus 2010
kawanku...
asap masih mengepul dari reruntuhan. kayu kayu yang telah menjadi puntung hitam tak sanggup lagi menyangga atap. bau terpanggang masih jelas dikenali hidung. beberapa orang berseragam coklat masih terlihat sok serius mencatat di kertasnya. beberapa orang lagi mengelompok membincangkan sesuatu. sementara lainnya ,menatap nanar le arah tembok putih yang telah dilukis oleh jilatan api yang terlihat sama sekali tidak indah bagiku.
pagi itu seorang remaja belasan tahun terlihat lesu. di penghujung bulan yang begitu disakralkan banyak orang. sesaat kemudian dia bangkit, berusaha menghapus lelah dan sedih di wajahnya. dia bangkit..setelah sesaat terpuruk..hanya sesaat. ringan sekali pergantian mimik itu bagai aktor yang telah beberapa kali mendapatkan piala citra.raut ketabahan jelas terlihat oleh ku yang hanya berada sedepa dari nya. ah kawan..apa yang ada dalam benakmu sekarang?
kawanku..remaja laki laki belasan tahun yang telah diwariskan saeorang kakak perempuan dan tiga orang adik oleh ayahnya yang telah berpulang beberapa tahun lalu.sekarang rumah satu-satunya pun telah dipanggil oleh yang memilikinya.ibunya, perempuan separuh baya itu tanpa sengaja menjatuhkan lilin ke ceceran bensin yang sehari hari dijualnya dan menghanguskan semuanya...
aku merasa beban itu terlalu berat baginya.satu orang kakak perempuan, tiga orang adik, dan seorang perempuan separuh baya yang selalu dipanggilnya ibu yang sekarang sedang terbaring di rumah sakit dengan wajah melepuh dijilati api.bagaimanapun kawanku itu masih remaja belasan tahun yang baru saja meninggalkan masa kanak-kanaknya. bahunya belum cukup lebar menyangga beban seberat itu
beberapa hari kemudian aku menemukan diriku salah. sama sekali salah, dia bukan remaja belasan tahun, dia adalah seorang pria..yang sanggup bangkit dalam keterpurukan.kitab kitab yang telah dibacanya dan ilmu yang telah dipelajarinya bertahun tahun benar benar membantunya..saat inilah sebenar-benarnya iman.disaat terjepit..disaat lapar..disaat tak ada tempat berteduh.bukan omongan kosong diatas mimbar saat amplop menari nari dipelupuk mata.bukan wacana di gedung dewan disaat perut kenyang.
dia masih bersyukur, bahkan disaat orang awam merasa tak ada lagi yang patut disyukuri.dia masih ingat tuhan disaat orang lain merasa tuhan telah lupa padanya.aah...anak sekecil itu.telah sanggup melakukan apa yang mungkin belum sanggup aku lakukan.bahkan oleh sebagian orang yang telah lebih tua dariku.
hari itu kulihat iman sebenar benarnya.sesuatu yang sulit kujumpai pada zaman ini.iman yang kulihat bukan dari pria tua bersorban dan berkopiah haji.bukan dari gentleman yang bersafari, bukan dari pria pria tampan berjenggot dan bekas hitam didahinya, bukan dari lelaki yang selalu kudengar ocehannya setiap jumat..tapi dari seorang remaja sederhana belasan tahun..berkaus lusuh dan memakai jeans..dia kawanku..
____________________
**) tulisan ini milik salah satu sahabat baik uni ria.kata uni Ria : kemarin malam dalam keadaan lelah karena suatu keperluan saya membacanya, sangat menyentuh.. dan dia bilang ini kisah nyata....
saya jadi ingat dosa yg semakin menggunung dan iman yang entah apa kabarnya hari ini.. dan ditambah sedih kalau ramadhan telah menjelang dan saya rasanya belum menyiapkan apa-apa.. Allah, ramadhan kali ini saya tak punya banyak impian lagi, sedikit saja dan berharap itu dapat terwujud di akhir bulan nanti..
buat semuanya... selamat menunaikan ibadah-ibadah ramadhan.. mohon maaf lahir dan bathin...
oleh: Akh Hendra Ikhwan
pagi itu seorang remaja belasan tahun terlihat lesu. di penghujung bulan yang begitu disakralkan banyak orang. sesaat kemudian dia bangkit, berusaha menghapus lelah dan sedih di wajahnya. dia bangkit..setelah sesaat terpuruk..hanya sesaat. ringan sekali pergantian mimik itu bagai aktor yang telah beberapa kali mendapatkan piala citra.raut ketabahan jelas terlihat oleh ku yang hanya berada sedepa dari nya. ah kawan..apa yang ada dalam benakmu sekarang?
kawanku..remaja laki laki belasan tahun yang telah diwariskan saeorang kakak perempuan dan tiga orang adik oleh ayahnya yang telah berpulang beberapa tahun lalu.sekarang rumah satu-satunya pun telah dipanggil oleh yang memilikinya.ibunya, perempuan separuh baya itu tanpa sengaja menjatuhkan lilin ke ceceran bensin yang sehari hari dijualnya dan menghanguskan semuanya...
aku merasa beban itu terlalu berat baginya.satu orang kakak perempuan, tiga orang adik, dan seorang perempuan separuh baya yang selalu dipanggilnya ibu yang sekarang sedang terbaring di rumah sakit dengan wajah melepuh dijilati api.bagaimanapun kawanku itu masih remaja belasan tahun yang baru saja meninggalkan masa kanak-kanaknya. bahunya belum cukup lebar menyangga beban seberat itu
beberapa hari kemudian aku menemukan diriku salah. sama sekali salah, dia bukan remaja belasan tahun, dia adalah seorang pria..yang sanggup bangkit dalam keterpurukan.kitab kitab yang telah dibacanya dan ilmu yang telah dipelajarinya bertahun tahun benar benar membantunya..saat inilah sebenar-benarnya iman.disaat terjepit..disaat lapar..disaat tak ada tempat berteduh.bukan omongan kosong diatas mimbar saat amplop menari nari dipelupuk mata.bukan wacana di gedung dewan disaat perut kenyang.
dia masih bersyukur, bahkan disaat orang awam merasa tak ada lagi yang patut disyukuri.dia masih ingat tuhan disaat orang lain merasa tuhan telah lupa padanya.aah...anak sekecil itu.telah sanggup melakukan apa yang mungkin belum sanggup aku lakukan.bahkan oleh sebagian orang yang telah lebih tua dariku.
hari itu kulihat iman sebenar benarnya.sesuatu yang sulit kujumpai pada zaman ini.iman yang kulihat bukan dari pria tua bersorban dan berkopiah haji.bukan dari gentleman yang bersafari, bukan dari pria pria tampan berjenggot dan bekas hitam didahinya, bukan dari lelaki yang selalu kudengar ocehannya setiap jumat..tapi dari seorang remaja sederhana belasan tahun..berkaus lusuh dan memakai jeans..dia kawanku..
____________________
**) tulisan ini milik salah satu sahabat baik uni ria.kata uni Ria : kemarin malam dalam keadaan lelah karena suatu keperluan saya membacanya, sangat menyentuh.. dan dia bilang ini kisah nyata....
saya jadi ingat dosa yg semakin menggunung dan iman yang entah apa kabarnya hari ini.. dan ditambah sedih kalau ramadhan telah menjelang dan saya rasanya belum menyiapkan apa-apa.. Allah, ramadhan kali ini saya tak punya banyak impian lagi, sedikit saja dan berharap itu dapat terwujud di akhir bulan nanti..
buat semuanya... selamat menunaikan ibadah-ibadah ramadhan.. mohon maaf lahir dan bathin...
oleh: Akh Hendra Ikhwan
Langganan:
Postingan (Atom)