Kamis, 01 April 2010

sebuah pengakuan

Ayah,Ibu, maafkan aku


Ayah Ibu, maafkan kemarin aku malas mendoakan kalian...
Dan hari ini aku hampir lupa untuk mendoakan kalian...
Meski aku tahu, perhari kalian dirikan lebih dari lima sholatan,
tiap satu sholat kalian berdoa untukku, dan satu doa di amini 10.000 malaikat

Maafkan aku Ibu,
aku selalu durhaka, aku selalu meminta, marah tak jelas apa penyebabnya,
tak peduli betapa yang harus kau bayar adalah keringat dan air mata

Bu, dengarlah…
Aku memang tak bisa di banggakan
Tapi aku punya tangan untuk meraih tanganmu
Aku punya lisan sekedar untuk mendoakanmu
Aku punya mata untuk menangis kala melihatmu sengsara
Aku punya hari yang menyimpan cinta terhadapmu,
yang besarnya sebesar usiaku di dunia

Dan untukmu Ayah {:'-)}
Terimakasih atas kau yang bekerja untuk kami
Baju yang ku pakai, nasi yang ku makan, buku yang ku baca,
biaya yang ku habiskan,,,
Aku tahu itu adalah uang Ayah yang Ayah kais dari pahit,
letih, dan tak kenal lelah
Sebenarnya aku tak tega,
ketika Ayah tahu betapa malasnya aku, betapa bodohnya,
betapa uang Ayah terbuang sia-sia olehku
Tapi kenapa, waktu itu Ayah tersenyum?
Senyuman yang membuat hatiku miris, menangis

Marahlah Ayah, aku tahu hati Ayah sakit

Alloh, mereka Ayah Ibu hamba, yang mengajari hamba ABATATSA
Yang dulu menuntun hamba mengucapkan lafadz “ALLOH”
Yang memapah hamba berjalan saat terjatuh
Yang menyeka airmata hamba dengan senyum,
meski hamba tahu mereka tengah meniympan sejuta derita

Alloh, jauhkan mereka dari murka…

Alloh, terimakasih telah menjaga mereka untuk hamba hari ini
Terimakasih telah memberikan Ayah Ibu sebaik mereka
Alloh, salam untuk hati Ayah Ibu hamba,
Hamba akan berusaha berubah untuk mereka…